27 Sep 2008

Berapa ukuran normal penis ?

Berapa ukuran normal penis ?

Pertanyaan yang paling banyak dilontarkan oleh pria adalah mengenai berapa sebenarnya ukuran penis yang normal. Anda perlu tahu bahwa masalah ukuran penis bukan menjadi tolok ukur kemampuan seks Anda. Ukuran penis tidak terlalu berperan dalam hubungan seksual karena yang banyak berperan adalah faktor psikis dan kualitas ereksi. Jadi tidak perlu terlalu terobsesi untuk memperbesar ukuran penis dengan segala cara yang tidak jelas terbukti keberhasilannya, untuk mencapai kepuasan dalam hubungan seksual.

Kalau Anda masih juga penasaran dengan ukuran penis, maka sebaiknya Anda tahu bahwa ukuran ideal penis orang Asia adalah 8,5 cm - 13 cm. *

Selain itu, Anda juga harus mengetahui bahwa disunat atau tidak, ukuran penis tidak akan bertambah besar, juga tidak akan bertambah kecil. Sunat itu penting dilakukan untuk menjaga kesehatan alat kelamin Anda, dan mengurangi risiko terjadinya kanker penis.

Akan tetapi, haruskah penis disunat? Jika tidak terdapat kontraindikasi absolut yaitu kelainan pembekuan darah, maka sebaiknya semua pria disunat. Mengapa demikian? Karena jika tidak disunat akan memudahkan terjadinya infeksi pada penis maupun pada prepusium penis, selain itu dapat menurunkan resiko terkena kanker penis. Jika tidak disunat maka permukaan glans (kepala) penis harus sering dibersihkan terutama setiap habis berkemih.

Secara medis, sunat berarti membuang kulit yang menutupi glans penis (kulit preputium). Saat dilakukan sirkumsisi, kulit preputium dibuang menyisakan mukosa (lapisan bagian dalam kulit) sebanyak 0,3 - 0,5 cm dari lekukan kepala penis (sulcus coronarius) ke arah kepala penis . Tujuannya adalah agar saat ereksi tidak nyeri, karena ada kulit yang bersifat elastis. Memang yang dianjurkan adalah menyisakan maksimal sepanjang 0,5 cm agar tidak terjadi penumpukan smegma akibat kulit yang terlalu banyak tersisa. Selain itu juga pada orang tertentu (apalagi bila sisanya panjang) menyebabkan penis sepertinya tertutup kembali. Dengan demikian maka cara yang seperti itu tidak dianjurkan.

Jadi, apakah pria yang belum disunat itu berarti belum bisa bikin anak? Seseorang dianjurkan untuk melakukan tindakan sirkumsisi secara medis adalah untuk mengurangi risiko terkena infeksi dan kanker penis, tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk membuahi atau kesuburan seseorang. Jika memang ukurannya tidak berubah-ubah, seperti misalnya 6 cm, itu berarti ada kelainan dan bisa saja mengganggu dalam proses hubungan seksual serta kemampuan membuahi, bukan produksi sperma.

Selain bertanya seputar ukuran penis dan sunat, banyak juga yang menanyakan soal status penis yang bengkok. Misalnya ada sebuah kasus penis yang bengkok ke kiri, dokter mengatakan bahwa penis yang bengkok ke kiri dapat tidak normal apabila disebabkan oleh adanya proses fibrosis atau hal lain, namun Anda tidak perlu khawatir. Prinsipnya tidak perlu dilakukan tindakan apa-apa, kecuali bila keadaan tersebut mengganggu pada saat hubungan suami-istri (bila Anda menikah kelak), maka dapat dilakukan upaya bedah untuk “meluruskannya”. penis yang bengkok disebabkan oleh regangan yang tidak sempurna dari jaringan erektil penis karena trauma/penyakit yang tidak disadari. Jika bengkoknya tidak mengganggu saat senggama maka tidak perlu dikoreksi. Selain itu tidak ada hubungan antara besar, panjang maupun bentuk penis terhadap hubungan seksual, yang paling penting adalah kualitas ereksi dan faktor psikis seseorang.

Pertanyaan lainnya yaitu tentang penis yang gatal dan penis yang bau. Sebenarnya jika seorang pria mendapati penisnya berbau pada saat ereksi maupun pada saat pasca ereksi, penyebab yang paling umum di antaranya adalah kebersihan pribadi dan masalah bau badan. Masalah kedua adalah kemungkinan terkena penyakit menular seksual sehingga cairan semen menjadi berbau.

lalu tentang rambut maupun bulu-bulu yang tumbuh di sekitar penis dan anus, ada pertanyaan ttg apakah rambut yang tumbuh pada usia dini, misalnya 11 tahun dan tumbuh sampai ke sekitar anus itu normal. Anda perlu tahu bahwa tumbuhnya bulu di daerah tertentu pada tubuh seperti di ketiak, daerah sekitar kemaluan, dada dan kumis adalah salah satu tanda pematangan seks. Maknanya adalah seseorang tersebut sudah memiliki kematangan seksual, dan pada seorang pria berarti spermanya sudah mampu untuk membuahi sel telur seorang wanita.Di daerah kemaluan pertumbuhan rambut tersebut dapat mencapai ke sekitar anus, lipatan paha dan di bawah pusar, sehingga itu bukan pertanda suatu penyakit. Begitu pula rambut-rambut tersebut dapat tumbuh sampai ke batang penis dan itu adalah normal saja dan tidak perlu dikhawatirkan. Jika mengganggu cukup dicukur saja.

Sedangkan masalah ujung penis yang berkeriput setelah melakukan onani atau oral seks itu kemungkinan besar terdapat kelainan pada keloid penis Anda. Namun biasanya keloid tidak punya kulit yang keriput. Untuk itu sebaiknya Anda mengonsultasikan hal ini ke dokter terpercaya, yaitu ke dokter spesialis kulit kelamin atau ke dokter Urologi.

 

 

Dikutip dari, http://www.cyberforums.us

Tidak ada komentar: